Begitu banyak baliho dan banner di setiap persimpangan jalan di Kota Bengkulu. Memajang foto para calon legislatif pemilu 2009 ini. Foto-foto sentuhan Photoshop dengan berbagai pose. Apa yang mereka jual? Ketampanan? Kecantikan? Visi Misi? Nggak jelas!!! Dalam baliho dan banner tersebut ditampilkan wajah mereka, no.urut, dapil serta slogan. Slogannya macam-macam. "Hidup adalah Perbuatan", "Pilihan Tobo Kito", "InsyaAllah Kita Sama","Kecek Gaek Pilih...","Korupsi Musuh Rakyat","Kita Maju","Saya Hanya Punya Niat, Keikhlasan,bla-bla...". Seperti juga iklan di media massa. Lihat: http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver3/mod.php?mod=informasi. Sungguh amat disayangkan, pemasangan baliho dan banner ini tidak menghasilkan apa-apa kecuali nyemak mato. Dalam apatisme pemilih, seharusnya para caleg lebih menekankan jawaban atas pertanyaan pemilih, KENAPA MEREKA HARUS MENGGUNAKAN HAK PILIH MEREKA? Slogan-slogan basi hanya akan membuat pemilih bertambah mual.
Kepedulian para caleg akan bencana yang kerap terjadi di Bengkulu sebenarnya bisa menjadi "nilai jual mereka". Bukankah begitu????
Tampilkan postingan dengan label Ngom-Pol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngom-Pol. Tampilkan semua postingan
Kamis, Februari 26, 2009
Langganan:
Postingan (Atom)